EVALUASI PASCA DIKLAT BPPP AMBON â??PERHATIAN BERKELANJUTAN TERHADAP PURNAWIDYAâ?

 

Bulan Agustus, September, Oktober 2012 di sela-sela kesibukan merealisasikan program-program pelatihan, tim evaluasi Pasca Pelatihan BPPP Ambon melaksanakan kegiatan Evaluasi Pasca pelatihan tahun 2011 terhadap purnawidya di beberapa daerah. Ada evaluasi yang dilakukan bersama-sama dengan Tim Evaluasi dari Puslat KP Jakarta, dan ada yang dilakukan khusus Tim Evaluasi BPPP Ambon. Di antara purnawidya yang telah dievaluasi adalah purnawidya di daerah Buton, Sorong, Biak, Pulau Buru, Banda, Muna dan beberapa tempat lainnya. Ada pula rencana evaluasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat bersama tim evaluasi dari Puslat KP yaitu purnawidya Updating SKK 60 Mil di Bacan.

Evaluasi pasca pelatihan terhadap para purnawidya dilakukan oleh para evaluator dengan bertemu langsung para purnawidya di daerahnya masing-masing. Melalui wawancara langsung dan pengisian kuesioner serta pengamatan pada unit usaha para purnawidya diperoleh keterangan yang beragam tentang perkembangan usaha purnawidya pasca pelatihan yang dilakukan oleh BPPP Ambon. Langkah ini selain mengevaluasi penerapan kompetensi yang diperoleh dari pelatihan, juga menjadi upaya  silaturahmi antara BPPP Ambon dengan para purnawidya sehingga menjadi perhatian bersama.

EKondisi KJA hasil pelatihan di Bandavaluasi pelatihan yang dilakukan oleh Ir. Hanafi Marasabessy dan Muh. Arif terhadap usaha pembesaran ikan kerapu bebek di Keramba jaring apung di Lontor Kec. Banda Kabupaten Maluku Tengah diperoleh hasil bahwa hasil pelatihan dikategorikan efektif  dan 85% purnawidya mampu mempraktekkan kompetensi yang diperoleh dari pelatihan. Namun demikian para purnawidya juga tetap membutuhkan pendampingan teknis dari instansi.

 

 Hal unik dialami oleh Agussalim (evaluator BPPP Ambon) yang melakukan evaluasi pelatihan penangkapan tuna dengan Hand line di Air Buaya Kab.  Buru pada tanggal 6 - 9 September 2012. Separuh dari purnawidya yang merupakan nelayan tuna sedang tidak berada di tempat karena untuk sementara waktu sedang beralih profesi menjadi penambang emas di Gunung Botak Namlea. Tetapi dari sebagian purnawidya yang berhasil ditemui diperoleh keterangan bahwa pada umumnya terjadi peningkatan usaha mereka pasca pelatihan dan penerapan kompetensi efektif serta kemajuan positif lainnya seperti paradigma terhadap pola penanganan ikan tuna agar terjaga mutunya. Dari evaluasi juga diperoleh bahwa ada kendala yang masih dirasakan oleh para nelayan yakni bantuan armada tangkap dan keterampilan pengolahan hasil tangkapan agar tidak terbuang percuma.

Hasil evaluasi yang dilakukan BPPP Ambon selain memperoleh data tentang efektivitas pelatihan yang telah dilakukan, juga merupakan upaya kontrol terhadap perkembangan dan kebutuhan para purnawidya saat ini. Upaya ini adalah bagian tak terpisahkan dari tujuan pelatihan itu sendiri sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Purnawidya KJA Banda sedang di wawancarai oleh Muh. ArifEvaluasi pelatihan hand line tuna di Air Buaya, Kab. Buru