Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Buka Pelatihan Kerjasama di Provinsi Sulawesi Selatan

 

Untuk mewujudkan Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat, dengan misi mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kelautan dan perikanan, tentunya diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

Mendukung program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti Minapolitan, Industrialisasi Perikanan dan Blue Economi (Ekonomi Biru), Penyediaan SDM Kelautan dan Perikanan yang tangguh menjadi kunci keberhasilan.  Hal ini dapat dicapai lewat kerja keras dan dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satu diantaranya adalah dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri KKP Syarief C Sutardjo dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edie Wibowo tentang kerjasama mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui program industrialisasi kelautan dan perikanan.  Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tanggal 26 Pebruari 2013.  Pada kesempatan yang sama ditandatangani juga kesepakatan Kerjasama (KKS) antara Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP), Dirjen Perikanan Budidaya, dan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dengan Asisten Teritorial KASAD (Mayor Jenderal TNI Bachtiar) yang intinya menyangkut pengembangan SDMKP, pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan serta pengembangan sektor perikanan budidaya.

Menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman diatas, KKP melalui Balai Diklat Perikanan Aertembaga menggelar kegiatan Pelatihan Budidaya Perikanan dan Pengolahan Hasil Perikanan bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban (Babinkatimb), Persit Kartika Chandra Kirana Kodam VII Wirabuana, Kelompok Tani/Nelayan, dan mahasiswa UNHAS.  Pelatihan diikuti oleh 160 orang peserta yang terbagi dalam 2 bidang pelatihan yaitu 100 orang untuk pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan yang dilaksanakan di Kota Makassar dan 60 orang untuk pelatihan Budidaya Perikanan di Kota Pare-Pare Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 13 - 14 Maret 2013 bertempat di Kodam VII Wirabuana Provinsi Sulawesi Selatan Kantor bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta pelatihan terhadap budidaya perikanan dan produk hasil olahan perikanan. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMKP, Dr. Suseno yang dihadiri oleh 300 orang. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM pelaku utama kelautan dan perikanan serta prajurit TNI AD, Kepolisian dan ibu-ibu Persit  di wilayah Kodam VII Wirabuana, maka diperlukan penyelenggaraan pelatihan dibidang perikanan guna mewujudkan ketahanan pangan melalui industrialisasi kelautan dan perikanan dengan penerapan prinsip-prinsip blue economy.  Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini adalah Kepala Pusat Pelatihan KP, Ir. Balok Budianto, MM, Kasdam VII Wirabuana, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Perikanan, Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Soenoto, Yang mewakili  Kapusdik KP, yang mewakili Kapusluh KP, Kepala-kepala UPT lingkup Puslat KP, Direktur Akademi Perikanan se-Indonesia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah yang memaparkan testimoni tentang Budidaya Udang, para Pejabat Eselon II Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan dan para kepala UPT KKP di Sulawesi Selatan serta undangan lainnya.

Pada pelatihan ini, materi-materi yang diberikan meliputi pembuatan abon lele, pembuatan bandeng presto, pembuatan kerupuk lele, dan pembuatan lele asap untuk bidang pengolahan dan untuk bidang budidaya meliputi budidaya udang, budidaya ikan di KJA, Budidaya kepiting dan budidaya rumput laut dengan perbandingan teori 30% dan praktek 70%, dan sepenuhnya menerapkan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi).  Dengan demikian diharapkan akan tercipta hubungan interaktif antara pelatih dengan peserta maupun antar peserta itu sendiri secara efektif, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktek langsung.

Tenaga pelatih berasal dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) dengan didampingi oleh widyaiswara dari Balai Diklat Perikanan Aertembaga.  P2MKP yang terlibat pada kegiatan ini adalah P2MKP Tegar Mandiri Maros, P2MKP Awanindo Mandiri Maros, P2MKP Eltisyah Makassar, dan P2MKP Fatimah Azzahra Makassar, P2MKP Paraikatte Pangkep dan P2MKP Sejahtera Pangkep.

Peserta pelatihan mengikuti setiap materi yang diberikan dengan antusias, karena komoditas lele maupun bandeng presto banyak terdapat di daerah Sulawesi Selatan, tapi pada umumnya masih dikonsumsi langsung digoreng atau dibakar, padahal dengan sedikit sentuhan teknologi, dapat diolah menjadi produk lainnya seperti abon, bandeng presto, kerupuk maupun lele yang memiliki nilai tambah.  Cara pembuatannya pun mudah dan dapat dilakukan dalam skala rumah tangga.  Malahan salah seorang peserta dari kelompok ibu Persit menyatakan bahwa ternyata lele maupun bandeng dapat memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi ketika sudah diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk olahan.  Sedangkan untuk bidang budidaya potensi perikanan budidaya sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Kodam VII Wirabuana sehingga masing-masing peserta dapat memilih jenis usaha budidaya yang akan dikembangkan di tempat tugas mereka masing-masing.

Sebagai stimulan dalam mengawali maupun mengembangkan usaha mereka, pada akhir pelatihan diberikan bantuan peralatan berupa mesin pengepres abon (spinner) untuk kelompok pengolahan dan pompa air untuk kelompok budidaya, yang meliputi kelompok Babinsa, Babinkatimb, Persit Kartika Chandra VII Wirabuana, Kelompok Tani/nelayan, dan kelompok mahasiswa UNHAS.