DIKLAT ASSESOR KOMPETENSI TAHUN 2013

 

     Dalam  mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu "Industrialisasi Kelautan dan perikanan" dengan tujuan "Mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan", dimana salah satu strateginya adalah memperkuat Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan, maka Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan siap berperan secara aktif melalui kegiatan peningkatan kualitas dan kemampuan profesionalisme masyarakat Kelautan dan Perikanan.

       Penyebaran kawasan laut dan pesisir di Indonesia perlu didukung dengan upaya-upaya pelestarian lingkungan. Sekitar 70% wilayah Indonesia itu merupakan laut dan pesisir, sehingga perlu mengadopsi konsep pembaruan ekonomi biru untuk mendukung pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam laut yang potensial, baik hayati maupun non-hayati. Apabila potensi itu dapat dioptimalkan sebaik mungkin maka dapat menjadi tulang punggung bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk dapat mejawab proyeksi tersebut, diperlukan kerja keras dan kemitraan dari seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta swasta tambahan jumlah angkatan kerja harus dikendalikan baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya agar tidak berpotensi menjadi penganggur.

      Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut dan dalam rangka memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global, salah satu strateginya adalah dengan menempatkan penguasaan kompetensi sebagai fokus pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Pengembangan SDM berbasis  kompetensi, diawali dengan tersusunnya Standar Kompetensi Kerja/ Standar Kompetensi Kerja Nasional, yang selanjutnya standar ini digunakan oleh Lembaga Diklat sebagai acuan kurikulum.

      Dalam proses sertifikasi, standar tersebut digunakan sebagai Materi Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh para assesor. Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan secara formal terhadap kompetensi kerja yang dikuasai oleh SDM kelautan dan perikanan. Selanjutnya untuk membangun sistem sertifikasi, sangat diperlukan adanya asesor kompetensi dalam jumlah yang cukup dengan keahlian tertentu dan spesialisasi. Untuk terlaksananya sistem sertifikasi kompetensi, diperlukan adanya Asesor Kompetensi yang menguasai berbagai keahlian di bidang kelautan dan perikanan dalam jumlah yang cukup, dimana asesor kompetensi ini bertugas mengasesmen personil SDM-KP di Tempat Uji Kompetensi. 

       Sistem sertifikasi yang telah dibangun oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP) sudah berjalan baik, ini terbukti dengan telah diverifikasi dan ditetapkannya 24 Tempat Uji Kompetensi, dan tersedianya 213 Asesor Kompetensi, serta sampai saat ini telah tersertifikasi 3.267 orang personil/tenaga kerja di bidang kelautan dan perikanan. Untuk terlaksananya sistem sertifikasi kompetensi, diperlukan adanya Asesor Kompetensi yang menguasai berbagai keahlian di bidang kelautan dan perikanan dalam jumlah yang cukup, dimana asesor kompetensi ini bertugas mengasesmen personil SDM-KP di Tempat Uji Kompetensi. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan turut berperan dalam mempersiapkan asesor Kompetensi tersebut melaui kegiatan Diklat Asesor Kompetensi yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 27 April 2013.

      Kegiatan Diklat Asesor Kompetensi tahun 2013 merupakan kegiatan kerjasama antara Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan dengan Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi (BNSP). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan. Diklat Assesor Kompetensi tahun 2013 diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta yang terdiri dari Widyaiswara 14 orang, instruktur 11 orang, perekayasa 2 orang, guru 2 orang dan satu orang dari dunia industri bidang penangkapan ikan.

      Peserta Diklat Assesor Kompetensi selama 7 hari mendapatkan pengajaran dari Master Assesor pengajar dari Badan Nasional Sertifikasi (BNSP). Setelah mendapatkan teori dari master assesor pengajar, peserta diminta untuk mengerjakan tugas dari teori tersebut. Pada hari terakhir tanggal 27 April 2013 peserta di uji kompetensi oleh Master Assesor Penguji yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

     Dengan terselenggaranya kegiatan Diklat Assesor Kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat sistem sertifikasi kompetensi di bidang kelautan dan perikanan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Dunia Industri.